AC TIDAK DINGIN? MUNGKIN INI SEBABNYA….

Penggunaan Air Conditioner (AC) di daerah tropis seperti Indonesia sudah menjadi hal yang umum pada saat ini. Selain untuk mendinginkan suhu ruangan, AC juga dapat berfungsi untuk menyerap debu atau bakteri jahat yang ada di dalam ruangan.

Sedikit mengulas sejarah AC, tahukah anda, bahwa penemu AC adalah seorang dokter dan ilmuwan bernama John Gorrie, berkebangsaan Amerika Serikat pada tahun 1842. Ide awalnya adalah saat banyak pasiennya yang menderita malaria dan demam tinggi. Suhu ruangan yang panas membuat kondisi pasien tidak nyaman. Meningkatnya suhu dan kondisi udara yang buruk justru menimbulkan berbagai penyakit, sehingga Ia melakukan upaya pendinginan udara dengan menyimpan balok es dalam baskom.

Seiring perkembangan teknologi, teori beliau diadopsi dan jadilah AC yang kita kenal sekarang. Di masa sekarang AC semakin canggih, bahkan AC sekarang dapat mengenali keberadaan manusia di dalam ruangan dan telah membantu Anda agar bisa tinggal di dalam rumah dengan nyaman, bebas dari debu dan penyakit.

Cara Membersihkan AC dengan Benar
Cara Membersihkan AC dengan Benar

Bagi Anda yang baru saja selesai membangun atau membeli rumah, atau bahkan di rumah yang sudah ada, untuk membuat ruangan lebih sejuk tentu anda akan mempertimbangkan untuk membeli AC. Sebenarnya, ada hal lain yang perlu diperhatikan saat anda membeli AC, yaitu perawatannya dan menjaga kebersihan AC itu sendiri.

Seringkali masalah AC tidak dingin disebabkan oleh pemilik lupa untuk merawat dan mencuci AC mereka. Perawatan dan menjaga kebersihan AC merupakan salah satu hal yang penting untuk menjaga AC agar tetap dingin dan memiliki daya pakai yang panjang.

5 Alasan Utama Anda HARUS Melakukan Perawatan dan Menjaga Kebersihan AC:

  1. Debu dan Kotoran

    Alasan yang paling logis adalah karena AC tersebut kotor sehingga butuh untuk dibersihkan. AC yang kotor membuat kerja mesin kompresor menjadi berat dan melebihi batas maksimal yang bisa ditanggung kompresor tersebut. Mungkin Anda pernah menemukan gejala AC yang sering mati sendiri. Itu adalah tanda kalau kompresor AC Anda sudah tidak kuat untuk menahan kerja AC tersebut.

  2. Bakteri Penyakit

    Apakah Anda sudah tahu cara kerja AC? Sebenarnya prinsip kerja AC sangatlah sederhana, AC akan menghisap udara dari luar ruangan dan mendinginkan udara tersebut baru dimasukkan ke dalam ruangan tempat Anda memasang AC tersebut. Dengan kata lain, AC bekerja dengan prinsip sirkulasi udara.

    Anda pasti juga sudah tahu kalau udara yang berasal dari luar ruangan itu sangatlah kotor. Kotoran inilah yang akan terus menumpuk di dalam bagian AC. Hal tersebut dapat membuat AC menjadi kotor. Selain itu, AC juga dipasang di ruangan tertutup sehingga tidak ada sirkulasi udara di ruangan tersebut. Bakteri dari AC akan terserap oleh Anda setiap harinya. Anda bisa saja terkena radang paru-paru jika jarang membersihkan AC.

  3. AC Dapat Bertahan Lama

    Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, AC pasti akan menjadi kotor dan membuat kompresor bekerja sangat keras. Bila hal ini terjadi terus menerus, maka AC Anda akan cepat mengalami kerusakan seperti bocor, AC sering mati, dan tidak dingin.

    Pada akhirnya, Anda harus memperbaiki AC tersebut dan lebih buruknya, Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli AC yang baru. Kalau sudah begini, Anda pasti akan lebih rugi. Bukankah lebih baik Anda melakukan perawatan dan membersihkan AC dengan waktu yang hanya sebentar saja daripada harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli AC yang baru?

  4. Tidak Karatan

    Bagian dalam AC kebanyakan terbuat dari besi sehingga memiliki resiko berkarat. Resiko tersebut semakin diperbesar dengan freon dan udara dingin yang terus mengalir. Tentu hal ini akan semakin mengurangi umur AC Anda namun, hal yang membahayakan bukan itu.

    Yang membahayakan adalah bila karat tersebut ikut mengalir dalam udara AC yang akhirnya terhirup oleh Anda. Penyakit paru-paru, tenggorokan, dan hidung siap mengintai Anda. Efeknya akan semakin membahayakan jika dihirup oleh anak-anak.

  5. AC Termasuk Alat Elektronik

    Setiap alat elektronik memiliki umur dan akan rusak dengan cepat bila tidak dirawat dengan baik. Seperti sebuah mobil atau motor, pasti akan lebih enak digunakan jika Anda merawatnya setiap bulan. Begitu pula dengan AC, Anda harus rajin membersihkannya agar semakin terawat dan memiliki daya pakai yang panjang.

Kebersihan AC dan komponen di dalamnya memang sangat diperlukan. Hal ini untuk mengurangi masalah yang akan ditimbulkan pada AC yang Anda miliki. Kami memahami, bahwa waktu adalah salah satu hal terpenting untuk anda bisa beraktivitas, bekerja, ataupun berkumpul dengan keluarga tercinta, sehingga kurang memiliki waktu untuk membersihkan AC Anda.

AC tidak dingin? Sebagai perusahaan yang sudah lebih dari 10 tahun melayani service dan maintenance AC dengan kualitas terbaik, iCool (MSS Group) hanya memberikan yang terbaik sebagai partner anda untuk urusan AC Anda. Mulai dari pembelian AC baru, perawatan (maintenance), pembersihan sampai kepada penyewaan AC.

Seperti alat elektronik pada umumnya, AC juga memerlukan perawatan atau maintenance rutin. Tujuannya untuk mencegah kerusakan sebagai akibat pemakaian rutin jangka panjang. Maintenance dengan kualitas terbaik dapat memperpanjang umur AC itu sendiri. Seperti kami di MSS Group yang selalu mengedepankan kualitas untuk setiap layanan kami.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, selain menyediakan layanan jasa service AC terbaik di Bali, Jakarta, Lombok dan beberapa kota Indonesia, MSS Group juga melayani pembelian spare part AC dan rental AC untuk perusahaan. Berpijak pada nilai-nilai perusahaan yang sangat mengedepankan kepuasan pelanggan, menjadikan MSS Group semakin banyak dipercaya dan dipilih sebagai mitra untuk urusan AC anda.

Silahkan kunjungi www.icool.co.id atau hubungi Suci di (0361) 316-7177 (area Bali) atau (021) 582-4542 (area Jakarta).

Pahami Beberapa Pengecekan berikut dalam Service dan Maintenance AC:

  1. Evaporator

    Cara kerja evaporator pada AC split adalah dengan menukar udara panas yang diserap dari ruangan, digantikan udara dingin yang dihasilkan melalui proses refrigerasi pada refrigerant dengan bantuan freon (pendingin refrigerant), kemudian disebarkan ke ruangan dengan bantuan blower indoor (fan).
    Saat menyerap udara ruangan, seringkali debu atau partikel kecil ikut masuk dan menyebabkan pipa kapiler tersumbat. Pengecekan dan pembersihan rutin pada evaporator sangat penting dilakukan agar udara dingin yang dihasilkan pada refrigerant dapat disebarkan sempurna ke ruangan.

  2. Kondensor

    Kondensor ini berfungsi untuk mengubah wujud refrigerant dari gas menjadi cair, menurunkan temperatur refrigerant dan sebagai tempat menukar kalor (panas). Kalor yang ada pada refrigerant dilepaskan ke luar ruangan dengan bantuan fan motor. Pipa kondensor dibuat berliku dan dilengkapi sirip untuk mempercepat proses pelepasan kalor tersebut. Pembersihan sirip-sirip dari debu dan kotoran secara rutin sangat penting untuk dilakukan agar AC dapat bekerja secara maksimal.

  3. Filter Udara

    Filter udara bekerja untuk membersihkan udara yang masuk ke evaporator. Sehingga debu, kotoran dan virus tidak dapat masuk dan mencegah kerusakan AC. Komponen filter ini juga harus rutin dibersihkan agar debu tidak menumpuk sehingga AC dapat meniupkan udara lebih segar dan sejuk.

  4. Instalasi Pipa Kapiler

    Seperti bahasan pada evaporator di atas, pipa kapiler ini pun harus rutin untuk dibersihkan. Disebut pipa kapiler, karena ukurannya yang sangat kecil, lebih kecil daripada pipa lainnya. Pipa ini berfungsi untuk menurunkan tekanan, mengubah bentuk gas menjadi cair, mengatur cairan refrigerant yang berasal dari pipa-pipa kondensor. Penempatan pipa ini biasanya digulung untuk menghemat tempat menggunakan mal kapasitor agar tidak rusak. Selain kerusakan saat instalasi, pipa ini juga bisa mengalami kerusakan berupa kebuntuan akibat kotoran dan oli yang masuk.

  5. Fan dan Blower

    Blower terletak pada indoor, berbentuk tabung sirip yang berfungsi mengalirkan udara panas ruangan melewati evaporator kemudian menyemburkan udara dingin dari evaporator ke ruangan. Blower akan terus bekerja sampai pada suhu yang diatur pada kontrol suhu. Sedangkan fan terletak pada outdoor, berbentuk kipas dan berfungsi mendinginkan refrigerant pada kondensor. Kedua komponen ini rutin perlu dibersihkan, untuk mencegah debu atau kotoran menempel pada sisi sisi kipasnya.

  6. Bahan Pendingin atau Refrigerant (Freon)

    Bahan pendingin atau refrigerant merupakan suatu jenis zat yang mudah berubah wujud dari gas menjadi cair atau sebaliknya. Refrigerant atau yang lebih dikenal dengan freon ini bekerja untuk menyerap panas ruangan sehingga suhu ruangan menjadi lebih dingin. Refrigerant terus mengalami sirkulasi melewati kompresor, kondensor, pipa kapiler dan evaporator. Seluruh komponen tersebut seperti pembahasan di atas perlu dicek untuk mencegah kebocoran refrigerant, sehingga jumlah refrigerant selama melakukan proses sirkulasi tidak berkurang.

  7. Kontrol Panel Elektrik dan Pengatur Suhu

    Merupakan komponen kelistrikan yang berfungsi mengatur dan membagi daya listrik yang masuk ke masing-masing komponen. Terdiri dari berbagai macam komponen elektronika seperti IC, sensor, trafo, fuse, kapasitor, saklar, relay dan yang lainnya. Setiap komponen tersebut mengatur berbagai macam hal berbeda mulai dari mengatur mengatur kecepatan dan lama hidupnya blower dan fan, mengatur pergerakan arah hembusan uap dingin ke ruangan, serta mengatur nyala dan matinya AC secara keseluruhan. Sistem kelistrikan ini seringkali menjadi masalah dalam kerusakan AC, yang penting untuk selalu dipelihara secara rutin.

  8. Ampere Kompresor

    Terdapat standar yang digunakan sebagai syarat kelayakan tekanan pada ampere kompresor bersamaan dengan pengecekan tekanan refrigerant. Hasil pengecekan yang menunjukkan tekanan berada di bawah standar dapat menyebabkan komponen dapat mengalami kerusakan, mulai dari kompresor menjadi panas sampai bisa mati tidak berfungsi. Tentu kita sering menemui blower dan fan tetap menyala, namun AC tidak dapat mengeluarkan udara dingin, bisa jadi disebabkan oleh kerusakan pada kurangnya tekanan ampere kompresor dan tekanan refrigerant.

  9. Minyak Pelumas Kompresor

    Pemeriksaan minyak pelumas pada kompresor ini sangat penting untuk dilakukan. Kadang karena sudah lama digunakan, mesin-mesin yang bergesekan menjadi aus dan memerlukan pelumas untuk membuat kinerjanya menjadi baik. Tanpa adanya minyak pelumas yang baik, serta terjadi gesekan yang terus menerus, malah dapat menyebabkan komponen lain menjadi rusak serta menimbulkan biaya yang lebih mahal. Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti minyak pelumas ini dalam kurun waktu 1 tahun sekali.

Kenali Partner AC Anda dan Percayakan pada Ahlinya

Tentu anda paham bahwa terdapat banyak sekali jasa perbaikan dan service AC yang bahkan memberikan garansi serta layanan purna jual. Hal itu memang benar adanya, namun anda juga perlu memahami bahwa yang dapat memberikan kualitas hasil perbaikan AC tersebut tidak banyak. Seperti kami yang selalu menyediakan layanan service AC dengan kualitas terbaik. Untuk menjaga AC anda tetap beroperasi dengan baik dalam jangka waktu yang lama. Tentu seperti itu yang anda inginkan bukan?

Hubungi kami, MSS Group untuk menjadi partner AC anda sekarang. Dapatkan harga terbaik serta layanan service AC berkualitas di kota anda.

Baca Juga : Alasan kenapa AC tidak dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *